Cara Mencegah Kanker Payudara Ternyata Sangat Mudah loh

Published / by admin / Leave a Comment

Cara Mencegah Kanker Payudara Ternyata Sangat Mudah loh ! Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita. Bahkan, penyakit ini juga termasuk penyebab kematian utama wanita. Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 350.000 wanita dengan kanker payudara. Namun jangan terlalu khawatir, ada banyak cara mencegah kanker payudara yang dapat diusahakan sendiri.

Kebiasaan menjalani hidup sehat, seperti mengonsumsi lebih banyak buah-buahan, menjauhi minuman beralkohol, serta aktif berolahraga dapat membantu mencegah kanker payudara.

Sebagai Langkah Awal, Kenali Risiko Kanker Payudara
Perlu diketahui bahwa ada risiko-risiko terkait kanker payudara yang tidak dapat dihindari, misalnya terlahir sebagai wanita, faktor genetik, dan mencapai usia tertentu. Mari kita bahas satu-persatu.

  • Faktor genetik


Tidak dapat dipungkiri, faktor genetik sangat berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kanker payudara. Faktor ini memberi andil dalam penyakit tersebut sebanyak 5-10 persen. Meskipun demikian, ada pula penderita kanker payudara yang sama sekali tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa. Hal ini berarti faktor lingkungan juga memengaruhi, sehingga masih ada harapan tinggi untuk dapat mencegah kanker payudara melalui gaya hidup yang sehat.

  • Faktor usia


Pada kasus kanker payudara, makin tua usia wanita dianggap makin berisiko terkena penyakit ini. Rata-rata kasus kanker payudara ditemukan pada wanita berusia di atas 50 tahun. Wanita yang mengalami menstruasi pertama kali pada usia di bawah 12 tahun dan wanita yang mengalami menopause setelah usia 55 tahun juga berisiko terkena kanker payudara.

  • Faktor kehamilan


Kehamilan juga ada hubungannya dengan kanker payudara. Risiko terkena kanker payudara lebih tinggi pada wanita dewasa yang belum pernah hamil, hamil untuk pertama kalinya pada usia di atas 30 tahun, dan tidak menyusui.

  • Faktor lain


Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, ada faktor lain yang menjadikan risiko kanker payudara meningkat. Faktor tersebut adalah sudah pernah mengalami kanker payudara sebelumnya, pernah mengalami kanker ovarium, memiliki jaringan payudara yang padat, serta pernah terkena paparan radiasi di daerah dada pada usia kanak-kanak dan remaja.

Sudah Tahu Risikonya, Kini Fokus kepada Upaya Pencegahan
Selain faktor-faktor risiko di atas, ada juga faktor-faktor risiko yang sebenarnya dapat dihindari. Anda dapat mencegah kanker payudara dengan menghindari faktor-faktor tersebut, yaitu dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Menjaga berat badan tetap ideal


Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami obesitas setelah masa menopause memiliki risiko terkena kanker payudara 20 – 40 persen lebih tinggi dibanding dengan yang mempunyai berat badan normal.

Perubahan berat badan dan waktu terjadinya kenaikan berat badan ini diduga berkaitan dengan keadaan hormon estrogen dan insulin di dalam tubuh. Melihat risiko ini, menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang dapat Anda lakukan.

  • Utamakan makanan sehat


Pola makan sehat dengan mengutamakan asupan buah, sayuran, kacang-kacangan termasuk kacang kedelai, minyak sehat, dan antioksidan yang tinggi, dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang sudah terkena kanker payudara pun hidupnya dapat lebih berkualitas, jika menghindari makanan berlemak. Daging berlemak, sosis, krim, margarin, mentega, dan minyak adalah berbagai jenis makanan yang harus dihindari sebagai usaha pencegahan kanker payudara.

  • Luangkan waktu untuk berolahraga


Aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengolah fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga intensitas sedang (seperti bersepeda dan jalan cepat) adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.

  • Hentikan kebiasaan merokok apa pun alasannya


Anda yang pernah menjadi perokok saja masih memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 6-9 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Kondisi yang lebih buruk bisa Anda alami jika masih aktif merokok, yaitu 7-13 persen lebih berisiko untuk terkena kanker payudara.

  • Membatasi minuman beralkohol


Mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 7-12 persen. Potensi terkena kanker payudara akan lebih tinggi jika biasa minum minuman beralkohol lebih dari segelas per hari. Hal ini dapat terjadi karena ada kaitan antara tingkat alkohol dengan perubahan jumlah hormon di dalam darah. Karena itu, mengurangi konsumsi alkohol juga merupakan salah satu cara mencegah kanker payudara. Bahkan jika memungkinkan, disarankan untuk menghentikannya sama sekali.

  • Menyusui bayi secara teratur


Menyusui bayi dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara hingga 22 persen. Sejauh ini belum diketahui pasti mengapa menyusui dapat mencegah kanker payudara. Namun, diduga menyusui dapat membantu keseimbangan hormon, mencegah paparan zat pemicu kanker, dan menghindari kerusakan sel payudara.

  • Membatasi terapi hormon


Terapi hormon biasa dilakukan oleh wanita terkait dengan masa menopause. Terapi menggunakan hormon estrogen dan progesteron ini biasanya bersifat jangka panjang. Karena itulah, terapi ini berisiko meningkatkan kanker payudara. Apabila Anda benar-benar membutuhkan terapi hormon, konsultasikan kepada dokter agar kadar hormon tersebut dapat dikurangi.

  • Hindari terkena paparan radiasi


Ada beberapa hal yang mungkin membuat Anda terpapar radiasi tingkat tinggi, misalnya menjalani pemeriksaan CT scan, bekerja di fasilitas kesehatan yang menggunakan radiasi, dan terpapar asap kendaraan atau bahan-bahan kimia. Jadi, lindungi diri Anda dari paparan tersebut dan hindari semaksimal mungkin.

  • Mengenali Perubahan-perubahan yang Ada


Hal paling umum untuk mengenali perubahan pada payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan secara mandiri yang disebut SADARI, yaitu dengan meraba payudara sendiri untuk mendeteksi adanya kelainan. Jangan malas melakukannya sebab pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.

Selain pemeriksaan secara mandiri, Anda juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin. Dokter akan melakukan pemeriksaan mammogram atau USG payudara untuk memeriksa kondisi kelenjar payudara. Tujuannya adalah apabila ada tanda-tanda kanker payudara, dapat segera tertangani.

Begini Cara Karyawan Agar Bisa Terhindar dari Stres Kesehatan

Published / by admin / Leave a Comment
Begini Cara Karyawan Agar Bisa Terhindar dari Stres

OPENX.US Stres dalam bekerja merupakan salah satu hal yang kerap mendera para karyawan. Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, drg Kartini Rustandi, mengingatkan para karyawan memiliki kemampuan dalam mengelola stres.

“Setiap pekerjaan ada risiko terkena stres. Apa pun itu jenis pekerjaannya,” kata Kartini di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta pada Selasa (11/12).

Kartini pun menjadikan wartawan sebagai contoh. Saat seorang pewarta diminta untuk menyelesaikan tulisan hasil liputannya, tak jarang stres langsung mendera. Namun, stres yang datang ini bisa datang dalam wujud berbeda yang tidak disadari oleh si penderita.

“Ada banyak pekerja yang merasa seperti sakit. Pas dibawa ke dokter, tidak ditemukan penyakitnya apa. Setelah diselidiki lagi, ternyata itu stres,” katanya.

Karena itu, karyawan harus bisa mengelola stres dengan caranya masing-masing. Kartini membagikan resep 20:20:20 agar karyawan tidak mudah stres.

“Itu maksudnya 20 menit kerja, 20 detik lepas, dan lihat 20 meter. Sehingga otot-otot saraf mata kita menjadi rileks,” katanya.

Selain itu, Kartini menyarankan karyawan untuk rajin berolahraga. Sebab, apa pun olahraga yang dilakukan, dapat melepas hormon endorfin yang membuat suasana hati baik kembali.

“Tapi seringnya olahraga malah dianggap menyusahkan,” katanya.

Jangan mengaku tak punya waktu buat olahraga. Hal ini dibutuhkan kesadaran dari masing-masing individu itu sendiri.

“Karyawan di sini cukup banyak juga yang datang pagi-pagi, kemudian jalan atau lari mengelilingi halaman Kemenkes. Ada juga yang mutar Rasuna Said. Jam 07.00 mereka selesai, mandi, dan 07.30 kerja,” katanya.

“Atau saat jam pulang. Sebelum pulang, mereka ke GOR Soemantri buat lari,” tandasnya.