Tips Pengajuan Pinjaman Bank Dengan Benar dan di Terima

Tips Pengajuan Pinjaman Bank
Tips Pengajuan Pinjaman Bank Dengan Benar dan di Terima

Tips Pengajuan Pinjaman Bank – Pernahkan aplikasi pinjaman Anda ditolak karena ternyata Anda memiliki historical kredit yang kurang mulus? Atau malah ditolak karena belum pernah memiliki histori kredit? Jika mengalami kasus seperti itu, coba lakukanlah pengecekan skor kredit Anda.

Historical kredit memang menjadi salah satu sebab utama kebanyakan calon debitur gagal mendapatkan dana pinjaman. Karena biasanya historical kredit mencerminkan skor kredit Anda.

Semakin tinggi skor kredit, semakin cepat pula bank mengabulkan aplikasi Anda. Skor kredit sendiri merupakan rapor yang digunakan oleh bank atau Lembaga pembiayaan untuk menentukan kelayakan permohonan pinjaman Anda.

Di dalam rapor ini pihak debitur dapat menelusuri sejarah pinjaman, siklus pembayaran Anda, berapa kali Anda menunggak dan berapa total kredit yang Anda miliki. Data ini juga tersambung ke Bank Indonesia melalui BI Checking yang tersaji dalam Sistem Informasis Debitur (SID) Bank Indonesia.

Namun sejak 1 Januari tahun ini, layanan itu mulai beralih pengelolaanya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Jika ternyata Anda mengalami kebuntuan karena pengajuan pinjaman Anda ditolak atau justru diterima namun mendapatkan bunga yang jauh lebih tinggi, coba periksa skor kreditmu. Untuk memeriksanya Anda dapat mengakses SLIK OJK ataupun BI Checking.

Tips Pengajuan Pinjaman Bank Dengan Benar

Berikut beberapa langkah Tips Pengajuan Pinjaman Bank Dengan Benar, Minggu (12/8/2018) untuk memperbaiki skor kredit sekaligus mendapatkan pinjaman setelah ditolak, cek yuk!

  • Cek data di BI Checking atau SLIK

Hal ini dapat Anda lakukan melalui laman Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan, ataupun datang langsung ke kantornya. Nah jika ternyata performa kredit Anda kurang baik bahkan masuk dalam kategori blacklist, Anda diharuskan melakukan pelunasan terlebih dahulu.

Setelah itu untuk mempercepat proses, Anda dapat melaporkan bukti pelunasan utang ke kantor BI terdekat. Meskipu begitu, sedari awal hindarilah blacklist sistem oleh BI Checking, karena untuk “memutihkan” kembali catatan tunggakan memakan waktu hingga 24 bulan lho.

Upayakan untuk selalu membayar tagihan bank tepat waktu. Dengan begitu, akan terbentuk data kredit yang bagus pula.

  • Gunakan kartu kredit

Selain karena performa kredit buruk, ada juga calon debitur yang ditolak aplikasi pinjamannya lantaran tidak memiliki historical kredit. Untuk mencegah hal itu terjadi, ajukanlah permohonan kartu kredit di bank.

Lalu gunakanlah “kartu ajaib” itu dengan bijak agar terbentuk reputasi kredit yang baik. Bayarlah tagihan yang datang setiap bulan, jangan sampai telat.

  • Ambil porsi cicilan yang sehat

Idealnya maksimal jumlah cicilan debitur adalah 30% dari penghasilan per bulan. JIka jumlah cicilan Anda sudah lebih dari 30%, skor kredit Anda akan mengalami penyusutan.

Maklum, dengan rasio lebih dari 40%, maka Bank akan menganggap bahwa Anda merupakan nasabah yang berisiko. Fokuslah untuk melunasi utang-utang yang dimiliki sebelum mengambil utang baru.

  • Longgarkan sedikit, ajukan pinjaman lagi

Ketika permohonan Anda ditolak, jangan langsung mengajukannya kembali di bank yang sama. Berilah waktu beberapa bulan untuk memperbaiki skor kredit Anda dan melakukan pelunasan atas hutang sebelumnya.

Membincang skor kredit memang tidak dapat dipisahkan dari kedisplinan. Jika Anda disipin membayar tagihan dengan tepat waktu, maka skor kredit Anda juga akan terpelihara dengan baik.

Nah ke depannya, layanan skor kredit juga ada di CekAja.com, hal itu akan sangat berguna bagi Anda calon debitur untuk melihat berapa dana pinjaman yang dapat Anda ajukan ke bank, jadi prosesnya bakal menjadi lebih singkat lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *